Hasil editing photo pakai Picnik yang ada di facebook. Fasilitas yang diberikan picnik yang ada di facebook lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di flickr.
Hari ini 9 September 2008 usia saya genap 40 (ultahnya bareng SBY euy…dirayain bareng, dia di istana dan saya di rumah haha.ha..), istri saya bilang “Welcome to over 40 club”, soalnya di lebih tua 5 bulan dari saya.
Sebenarnya saya nggak ngerti dengan judul di atas, jadi…kita lihat saja nanti ……ha..haha..ha…
Sebenarnya saya nggak begitu hobi dengan photografi, alasannya sih simpel aja karena nggak ngerti teknik-teknik photografi yang benar. Kalaupun sekarang ini saya punya koleksi photo-photo itu cuma sekedar jeprat-jepret aja ngikutin setingan di kamera, sebenarnya sih nggak puas dengan hasilnya tapi daripada nggak ada he.heh.
Dulu waktu tinggal di Jepang saya selalu ambil photo-photo keluarga terutama anak-anak dan nggak kepikir untuk ambil photo objek lain seperti gedung, sungai atau sesuatu yang aneh (di Jepang banyak yang aneh-aneh he.he..), memang sih photo-photo tsb di ambil dengan latar belakang yang khas dari Jepang itu sendiri. Alasan nggak ambil photo objek lain selain anak-anak sebenarnya simpel aja, ngapain photo objek yang nggak ada orangnya mendingan photo anak sendiri.
Sekarang setelah di Indonesia nyesel juga nggak punya photo tentang Jepang terutama lingkungannya, Paling-paling kalau pengin lihat photo-photo tentang Jepang ya browsing di internet cari photo dan berita tentang Jepang, Thanks to internet.
Alhamdulillah akhirnya rumah impianku jadi juga. Sekarang rasanya sudah plong bisa punya rumah sendiri. Nggak kebanyang punya rumah sendiri.
Mulai tanggal 20 Nopember 2007 pemerintah Jepang mulai memberlakukan peraturan baru mengenai keimigrasian yang mengharuskan setiap warga negara asing yang berusia 16 tahun keatas untuk diambil sidik jari dan photo bila masuk ke Jepang.
Peraturan ini merupakan revisi dari peraturan keimigrasian yang lama dengan tujuan untuk mencegah tindak terorisme. Jepang merupakan negara kedua setelah Amerika Serikat yang memberlakukan aturan ini.
Peraturan ini ada pengecualian kepada etnik Korea, diplomat, mereka yang berusia di bawah 16 tahun, pemegang permanen residen dengan spesial status, undangan dari pemerintah Jepang.
Bagi mereka yang menolak untuk diambil sidik jari dan photo tidak boleh masuk Jepang dan diperintahkan untuk meninggalkan Jepang.
Kebijakan Jepang ini mendapat protes dari berbagai kalangan dalam dan luar negeri. Bagi mereka tindakan Jepang ini sangat berlebihan karena memperlakukan orang asing sebagai teroris dan dikhawatirkan kebocoran informasi dari data tersebut.
Selain bertujuan untuk mencegah tindak terorisme, peraturan ini juga untuk mencegah banyaknya pelanggaran keimigrasian seperti pelanggaran ijin tinggal. Jepang masih menjadi tempat tujuan favorit bagi para pekerja non formal. Kebanyakan mereka masuk Jepang sebagai turis dan tidak kembali ke negara asalnya. Pemerintah Jepang sampai saat ini masih membatasi masuknya tenaga non formal dari luar Jepang.
Hari Minggu iseng-iseng lagi jalan di Akihabara lihat ada software PowerDVD OEM, saya bilang sama yang jual kalau saya mau ambil satu. Si penjual bilang kalau mau beli softwarenya harus satu set sama beli hardware, dia nawarin beli memori.Sebelumnya saya memang udah tahu kalau beli software OEM di Akihabara harus dibarengi dengan membeli hardware (nggak tahu ya aturan sebenarnya), karena saya sering beli Windows XP OEM buat kantor selalu diharuskan beli hardware apa saja. Biasanya saya pilih memorinya yang murah, cuma sekedar syarat doang. Pikir-pikir memori udah ada banyak, setiap beli Windows XP OEM juga saya pasti beli memori. Lagian nggak lucu beli softwarenya cuma 900 yen, harga memorinya sekitar segitu juga. Tapi kalau beli Windows XP OEM kan harganya sebanding, softwarenya 18.000 yen, memorinya cari yang murah harganya dibawah 1000 yen.Yang jual tahu kali ya kalau saya lagi mikir, eeh..dia nawarin supaya saya beli hardware berupa baut, ya bener baut pasangannya mur. Harganya 10 yen, jadilah saya beli software PowerDVD dengan baut 1 buah.
Hari ini nyobain buat website pake fasilitas .iweb dari Macbook. Fantastis…tinggal click and drag, jadi deh.. hasilnya ada disini
Ada sesuatu yang baru di meja kerja saya sekarang ini.
Disandingkan dengan yang lama. Keduanya sama-sama hitam tapi dari keluarga yang berbeda.
Luarnya nggak perlu yang penting isinya.
Di Jepang ini sudah lazim kalau kita kontrak rumah harus setor yang namanya uang deposit sebagai pengganti bila ada kerusakan rumah selama kita tempati. Besarnya bervariasi tergantung negosiasi dengan agen rumah, bisa 1 atau 2 kali sewa rumah perbulan.
Dalam menentukan besaran itu agen rumah akan melihat siapa yang akan menempati rumah tersebut, misalnya keluarga yang memiliki anak kecil maka besarnya uang deposit bisa 2 atau 3 kali sewa rumah perbulan karena kemungkinan anak tersebut untuk merusak rumah sangat besar.
Walaupun saya waktu itu masih punya anak kecil umur 5 tahun, tapi agen rumah saya sepakat uang deposit sebesar 1 kali sewa rumah perbulan. Sebenarnya besarnya 2 kali sewa rumah perbulan pun tidak masalah karena uang tersebut akan kembali lagi pada saat akhir kontrak rumah walau tidak utuh 100% dengan memperhitungkan kerusakan rumah yang ada.
Berhubung tugas kerja sudah hampir selesai maka saya memutuskan untuk mengakhiri kontrak rumah. Pada hari yang disepakati saya beserta agen rumah dan pemilik rumah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi rumah untuk melihat seberapa besar kerusakan yang ada selama saya menempati rumah tersebut.
Alhamdulillah, ternyata pemilik rumah puas dan bilang tidak ada kerusakan yang berarti dan berjanji akan mengembalikan uang deposit. Dia nggak tahu padahal seminggu sebelum pemeriksaan tersebut saya sudah berusaha untuk menutupi beberapa kerusakan kecil yang terjadi, kalaupun ada kerusakan besar saya sudah pasrah saja kalau uang deposit tersebut akan dipotong untuk mengganti kerusakan tersebut.
Setelah menunggu agak lama dan sedikit memaksa dengan bilang kalau saya sudah harus menutup rekening bank dan kembali ke tanah air, akhirnya saya terima email dari agen rumah yang mengatakan uang deposit sewa rumah sudah ditransfer ke rekening bank saya. Besoknya saya cek di ATM Bank of Tokyo Mistubishi UFJ ternyata memang sudah dikirim dan dikembalikan utuh 100%. Seingat saya agen rumah pernah bilang kalau uang deposit pasti akan dipotong 80.000 yen untuk uang kebersihan diluar kerusakan yang terjadi.
Alhamdulillah, ternyata pemilik rumah tersebut baik sekali. Dia mengembalikan uang deposit utuh 100%, berarti saya masih punya tabungan untuk pulang ke tanah air, lumayan buat tambah DP rumah. Dibandingkan dengan beberapa teman lainnya saya sangat beruntung, saya menerima utuh 100% sedangkan mereka tidak menerima uang deposit secara utuh.
Hari ini Istri sama anak-anak sudah kembali lagi ke Indonesia, yah…sepi lagi deh…sendiri lagi…