Tokyo Bay Aqua-Line: Jalan Tol Bawah Laut


Awalnya saya tidak tahu apa itu Tokyo Bay Aqua Line, saya tergerak untuk menulis cerita ini karena mempunyai pengalaman unik yang tidak terlupakan.

Rencananya kami sekeluarga akan mengunjungi Tokyo Sea Life Park karena anak saya senang lihat ikan di aquarium yang besar. Sebelum berangkat seperti biasanya saya cari informasi lokasi yang mau dituju dari internet dan mencocokkan dengan peta Tokyo.

Setelah masuk tol dan melewati Rainbow Brigdes ternyata saya salah pilih jalur, seharusnya saya pilih jalur kiri tapi saya pilih jalur kanan. Karena ini adalah jalan tol dan tidak ada tempat untuk putar balik maka saya teruskan saja perjalanan mengikuti jalan tol tsb sampai ketemu pintu keluar pertama.

Karena belum mengetahui daerah ini sebelumnya maka perjalanan saya teruskan saja sampai akhirnya kami mulai memasuki terowongan dan jalannya mulai menurun, saya berpikir terowongan ini tidak panjang karena jarang sekali ada terowongan di dalam kota yang pajang. Akan tetapi perkiraan saya meleset, ternyata terowonganya panjang sekali dan di ujung terowongan tertulis panjangnya 9,6 Km.

Setelah keluar dari terowongan, ternyata kami muncul di sebuah tempat peristirahatan dimana terdapat tempat parkir kendaraan yang luas, rapih dan bersih. Sambil beristirahat sejenak kami melihat-lihat di tempat ini karena disana terdapat banyak toko,  restoran dan tempat bermain layaknya sebuah pusat perbelanjaan.

Di tempat peristiratahan inilah saya mendapatkan informasi mengenai terowongan yang baru saja saya lewati itu. Tempat dimana berdirinya tempat peristirahatan ini adalah sebuah pulau buatan yang diberi nama Umi-hatoru dan terowongan itu adalah sebuah jalan tol yang menghubungkan kota Kawasaki di Prefektur Kanagawa dengan kota Kisarazu di Prefektur Chiba dikenal dengan nama Tokyo Bay Aqua-Line.

Panjang terowongan tersebut 9,6 Km dan disambung lagi dengan jembatan sepanjang 4,4 Km, jadi panjang tol tersebut keseluruhan adalah 14 Km.  Jalan tol ini resmi dibuka tanggal 18 Desember 1997 setelah melalui riset selama 31 tahun sebelum pembangunannya.

Jalur yang berwarna merah merupakan jalur lama sebelum adanya jaluar Tokyo Bay Aqua-Line (warna biru)

Di tempat ini dipajang sebuah sebuah mata bor dengan diameter 18 m yang pernah dipakai untuk mengebor terowongan ini.

Dengan adanya jalan tol ini jarak tempuh hanya 15 menit padahal sebelumnya bisa mencapai 1,5 jam bila melalui jalur lama.

Perjalanan saya lanjutkan melewati jembatan yang merupakan sisa 4,4 Km dari jalur Tokyo Bay Aqua-Line. Hampir mendekati ujung jembatan terdapat loket pembayaran tol, saya sempat kaget ketika bayar tol ternyata tarifnya 3000 Yen (sekitar Rp. 300.ooo).

Karena khawatir akan tersasar lagi maka setelah sampai di ujung jalan tol saya putar balik dan masuk kembali ke jalan tol tersebut dan harus membayar 3000 Yen lagi, berarti untuk pergi pulang saya harus membayar sekitar Rp. 600.000.

Dari pengalaman tersasar ini setidaknya saya mendapatkan pengalaman dan informasi baru mengenai tempat-tempat menarik yang dapat dikunjungi kalau ada tamu dari Jakarta.

View Larger Map

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *