Latte Factor™

Iseng-iseng browsing masalah perencanaan keuangan nemu istilah “Latte Factor”. Dari kata Latte yang terpikir pasti tentang kopi, apa hubungannya kopi dengan perencanaan keuangan?

Ternyata istilah Latte Factor itu dipakai atau tepatnya sih dipatenkan oleh David Bach pengarang beberapa buku mengenai masalah perencanaan keuangan. Kalau saya gak salah tangkap intinya adalah pengeluaran sehari-hari yang gak begitu penting, tapi kalau diakumulasikan akan membuat kaya.

Istilah Latte Factor diambil  dari kebiasaan orang Amerika kalau sebelum berangkat ke kantor suka ngopi di Starbuck, nah…kalau kebiasaan itu dihilangin terus uangnya ditabung bisa jadi kaya. disini kopi hanya perumpaan saja, makanya istilahnya Latte Factor.

Masih banyak Latte Factor  lainnya yang bisa dihilangin, misalnya rokok (contoh paling nyata dan gampang), makan siang di kantor (lebih irit bawa dari rumah), beli gorengan (biasanya sebelum masuk kantor, mampir dulu di kantin), beli koran (apalagi koran sekarang, baca judulnya aja udah ketebak isinya dan tiap koran sama beritanya).

Nah, kalau menurut para ahli perencana keuangan, uang yang ditabung dari hasil Latte Factor itu jangan cuma ditabung doang, tapi diputer alias diinvestasikan. Caranya? Ada yang nyaranin beli Reksadana (sekarang bisa beli reksadana mulai dari Rp. 100.000), cicil Emas atau tabung Dinar Emas.

Kalau mau tahu seberapa banyak kita bisa nabung dari Latte Factor, silahkan mampir di websitenya David Bach, disitu ada kalkulatornya walaupun satuannya pakai dolar tapi bisa dikira-kira kalau dikonversi dari rupiah ke dollar.

Mari kita identifikasikan apa Latte Factor dari kita sendiri.

 

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *