Danau Qargha, Kabul

Sungguh walaupun saya sudah tinggal di kota Kabul, Afghanistan selama 1 tahun lebih tapi saya tidak pernah keluar sampai ke pinggir kota Kabul mengingat situasi keamanan yang tidak memungkinkan.

Kali ini kebetulan kami kedatangan tamu dari Jakarta dan sesuai info intelijen situasi cukup kondusif maka kami pergi ke suatu tempat wisata berupa sebuah danau di pinggir kota Kabul namanya Danau Qargha

Welcome to Qargha

Di sepanjang jalan menuju danau Qargha ini banyak warung-warung yang menawarkan tempat makan berupa tenda-tenda atau sekedar meja dan kursi saja.

Di dalam kawasan wisata ini juga terdapat restoran mulai dari yang sederhana sampai yang mewah. Di sepanjang pinggiran danau terdapat restoran yang menyediakan tempat makan tepat di pinggir danau berupa saung.

Kebetulan kami memilih tempat di Spugmay Restaurant, walaupun tidak makan, masuknya cukup bayar 100 Afg dapat 1 gelas teh atau kopi.

spugmay restaurant

Danau Qargha ini merupakan penampungan dari es yang mencair dari gunung-gunung di sekitar danau ini. Ketika kami datang, ketinggian air sedang tinggi-tingginya.

KONICA MINOLTA DIGITAL CAMERA

Aktifitas di danau ini selain menikmati pemandangan air danau, bisa juga untuk berenang dan bermain jet ski atau perahu kayuh.

Di sekitar danau Qargha ini terdapat lapangan golf, mungkin satu-satunya lapangan golf di Afghanistan. Jangan berharap akan menjumpai lapangan golf dengan rumput yang hijau, malahan ada yang bilang disekitar lapangan golf ini masih banyak ranjau bom yang belum dijinakkan.

Salah satu "hole" di lapangan golf di Qargha

 

 

Share Button

2 Responses to Danau Qargha, Kabul

  1. dephe says:

    Apa bahasa yang anda gunakan sehari2 di kabul?

    • erohiyat says:

      Kalau masyarakatnya sendiri pakai bahasa Dari dan Pastho, tapi karena saya di komunitas masyarakat Indonesia tetap pakai bahasa Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *