Sidik jari bagi yang masuk Jepang

sidikjari.jpg

Mulai tanggal 20 Nopember 2007 pemerintah Jepang mulai memberlakukan peraturan baru mengenai keimigrasian yang mengharuskan setiap warga negara asing yang berusia 16 tahun keatas untuk diambil sidik jari dan photo bila masuk ke Jepang.

Peraturan ini merupakan revisi dari peraturan keimigrasian yang lama dengan tujuan untuk mencegah tindak terorisme. Jepang merupakan negara kedua setelah Amerika Serikat yang memberlakukan aturan ini.

Peraturan ini ada pengecualian kepada etnik Korea, diplomat, mereka yang berusia di bawah 16 tahun, pemegang permanen residen dengan spesial status, undangan dari pemerintah Jepang.

Bagi mereka yang menolak untuk diambil sidik jari dan photo tidak boleh masuk Jepang dan diperintahkan untuk meninggalkan Jepang.

Kebijakan Jepang ini mendapat protes dari berbagai kalangan dalam dan luar negeri. Bagi mereka tindakan Jepang ini sangat berlebihan karena memperlakukan orang asing sebagai teroris dan dikhawatirkan kebocoran informasi dari data tersebut.

Selain bertujuan untuk mencegah tindak terorisme, peraturan ini juga untuk mencegah banyaknya pelanggaran keimigrasian seperti pelanggaran ijin tinggal. Jepang masih menjadi tempat tujuan favorit bagi para pekerja non formal. Kebanyakan mereka masuk Jepang sebagai turis  dan tidak kembali ke negara asalnya. Pemerintah Jepang sampai saat ini masih membatasi masuknya tenaga non formal dari luar Jepang.

Share Button

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *